Sabtu, 30 Maret 2019

Cara Membasmi Lalat Dan Kutu Tanaman Jeruk

Budidaya jeruk cukup potensial dan peluangnya cukup bagus.anda juga bisa mencoba untuk budidaya jeruk karena jeruk mudah sekali untuk dijual atau di konsumsi sendiri.untuk menanam jeruk cukup mudah karena banyak sekali artikel yang membahas tentang budidaya jeruk.namun jika anda sudah belajar bagaimana cara menanam jeruk yang bagus maka anda harus belajar cara membasmi lalat dan kutu di pohon jeruk.



Bagi anda yang sedang budidaya jeruk anda harus bisa mengendalikan hama dan penyakit tanaman jeruk karena jika anda tidak bisa maka panen atau produksi tanaman jeruk anda pasti akan kurang dan bisa saja tanaman jeruk anda akan mati.hampir semua hama dan penyakit jeruk akan membuat rugi misalnya efeknya adalah jeruk busuk tanaman mati atau jeruknya tidak tumbuh optimal sehingga tidak ada nilai ekonomi.

Beberapa kasus hama lalat dan kutu yang menyerang tanaman jeruk.

1. Hama
a. Kutu loncat (Diaphorina citri.)
Bagian diserang : tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda. Gejala: tunas keriting, tanaman mati. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas, buang bagian yang terserang.

b. Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)
Bagian diserang : tunas muda dan bunga. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Pengendalian: menggunakan PESTONA atau Natural BVR.

c. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
Bagian diserang : daun muda. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok. Pengendalian: semprotkan dengan PESTONA. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

d. Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)
Bagian diserang : tangkai, daun dan buah. Gejala: bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Pengendalian: semprotkan PESTONA atau Natural BVR.

e. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)
Bagian diserang : buah. Gejala: lubang gerekan buah keluar getah. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi, disemprot PESTONA pada buah berumur 2-5 minggu.

f. Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)
Bagian diserang : tunas, daun muda dan pentil. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: semprotkan PESTONA.

g. Thrips (Scirtotfrips citri.)
Bagian diserang : tangkai dan daun muda. Gejala: helai daun menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang disertai nekrotis. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari masuk ke bagian tajuk, hindari memakai mulsa jerami. Kemudian gunakan PESTONA atau Natural BVR.

h. Kutu dompolon (Planococcus citri.)
Bagian diserang : tangkai buah. Gejala: berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur. Pengendalian: gunakan PESTONA. atau Natural BVR. Cegah datangnya semut sebagai vektor kutu.

Solusi dari penyakit seperti kutu dan lalat adalah pestona dan BVR.




BVR ATAU (Beuveria Bassiana) merupakan pestisida organik terbaik yang dibuat dari bahan alami sehingga sangat aman. Natural BVR sangat ampuh dalam membasmi hama maupun virus pada tanaman meskipun tanpa tambahan bahan kimia. Pestisida organik ini dikembangkan oleh PT Natural Nusantara yang sudah melalui pengujian terhadap berbagai tanaman dan juga dengan kondisi lahan yang berbeda-beda.BVR sangat ampuh untuk mengobati tanaman dan juga mencegah penyakit.

Pestisida organik dari NASA ini tidak menimbulkan efek samping bagi tanaman itu sendiri, hewan, manusia dan tentunya terhadap lingkungan. Sehingga sangat terasa manfaatnya dalam meningkatkan kualitas panen petani, tentunya dengan penggunaan sesuai dengan anjuran.

MANFAAT BVR NASA

Natural BVR Pengendali Hama Tanaman sudah terbukti bermanfaat ampuh dalam menangkal serangan hama penyakit tanaman. Berikut manfaat lengkap dari pestisida organik Natural BVR :


Dapat menguatkan akar tanaman, sehingga tanaman lebih tahan terhadap angin
Aman digunakan dalam jangka panjang
Dapat membasmi hama tanaman, serta melindungi agar hama tidak kembali lagi
Dibuat dari bahan-bahan alami sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga
Meskipun berfungsi sebagai pengendali hama, akan tetapi Natural BVR tidak akan mematikan musuh alami karena efisien dalam membunuh hama sasaran
Aman dan ramah lingkungan terhadap manusia, tanaman, hewan, dan lahan itu sendiri.


PESTONA merupakan Pestisida Organik produksi PT. Natural Nusantara.
Fungsi Pestona adalah sebagai pengendali hama tanaman alami pada tanaman pangan dan hortikultura serta tanaman tahunan.
Produk pengendali hama dari Nasa ini diproses dari hasil ekstraksi berbagai bahan alami yang mengandung bahan aktif yang merupakan pengendali hama dan penyakit alami.produk pestana ini aman dan tidak merusak lingkungan.

Larutkan 5 cc - 10 cc / 1 liter air (7-10 tutup/tangki).
Aduk sampai merata.Semprotkan/gemborkan pada tanaman yang terkena serangan hama secara merata.
Untuk hasil yang maksimal sebaiknya tanaman disemprot/digembor sesering mungkin, minimal 3 (tiga) kali penyemprotan atau penggemborkan per musim.
Sebaiknya waktu penyemprotan/penggemborkan pada sore hari.

UNTUK ORDER DAN KONSULTASI HUBUNGI KAMI

Share on Facebook
Share on Twitter
Tags :

Related : Cara Membasmi Lalat Dan Kutu Tanaman Jeruk

0 komentar:

Posting Komentar