Selasa, 04 September 2018

Cara Budidaya Melon Agar Cepat Berbuah Dengan Nasa

Melon merupakan buah yang segar,melon sendiri bisa dimakan langsung namun juga bisa di olah dengan campuran lain misalnya saja sup buah atau rujak.harga melon termasuk bagus dan tidak mudah turun karena memang permintaan melon cukup besar.peluang bisnis melon cukup bagus dan bisa untuk menambah penghasilan.jika anda tertarik melakukan budidaya melon coba ikuti budidaya melon dengan cara teknologi nasa dengan pupuk nasa pupuk organik yang cukup bagus untuk meningkatkan hasil panen melon anda.



Cara Budidaya Melon

Syarat Pertumbuhan
Tanaman melon membutuhkan penyinaran sinar matahari penuh. Suhu lingkungan yang dibutuhkan yaitu antara 25-30 derajat Celcius, suhu yang terlalu tinggi tidak baik untuk budidaya tanaman melon karena  menyebabkan tanaman mudah terserang penyakit. Tanaman melon dapat tumbuh baik pada ketinggian 300-900 mdpl. Angin yang terlalu kencang dapat merusak tanaman melon.

Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman melon adalah tanah liat berpasir yang mengandung banyak bahan organik seperti andosol, regosol, latosol, dan grumosol. Jika tanah kekurangan sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran, penambahan bahan organik, maupun pemupukan. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, pH tanah yang diinginkan sekitar 5,8-7,2.

Pembibitan
Pembuatan Media Semai
Siapkan 1-2 sachet Natural GLIO dicampur dengan 50-100 kg pupuk kandang untuk 1000 m2 lahan (diamkan selama 1-2 minggu). Selanjutnya lahan dibiarkan selama 1 minggu di tempat yang teduh dengan sesekali diaduk (dibalik). Campurkan tanah yang telah diayak sebanyak 2 ember (20 lt), kompos yang telah diayak sebanyak 1 ember, TSP (± 50 gr) yang dilarutkan dalam 2 tutup POC NASA, dan Natural GLIO yang sudah difermentasi dalam pupuk kandang 1-2 kg . Masukkan media semai ke dalam polybag ukuran 8×10 cm hingga terisi 90%.

Teknik Penyemaian dan Pemeliharaan Bibit
Rendam benih ke dalam 1 liter air hangat yang telah dicampur dengan 1 tutup POC NASA. Benih direndam selama 8-12 jam lalu diperam selama 48 jam. Selanjutnya benih ditanam sedalam 1-1,5 cm pada polybag. Benih disemaikan dalam posisi tegak, dengan ujung calon akar menghadap ke bawah. Benih kemudian ditutup tipis menggunakan campuran tanah dan abu sekam dengan perbandingan 2:1. Polybag semai diletakkan berderet menghadap ke timus agar terkena sinar matahari dan diberi naungan dari plastik transparan.

Ketika bibit berumur 7-9 hari, semprotkan POC NASA dengan dosis 1,0-1,5 cc per liter. Penyiraman dilakukan dengan hati-hati secara rutin setiap pagi.

Bibit melon yang telah memiliki 4-5 helai daun, atau yang telah berusia 10-12 hari telah dapat dipindahtanamkan ke lahan. Cara menanam bibit ke lahan yaitu dengan cara kantong plastik polybag dibuka dengan hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya. Usahakan jangan sampai bedengan kekurangan air.

Pengolahan Media Tanam
Pembukaan Lahan
Sebelum dibajak, lahan digenangi air lebih dahulu selama semalam. Lalu tanah dibajak sedalam 30 cm pada keesokan harinya. Setelah itu lahan diekringkan baru dihaluskan.

Pembentukan Bedengan
Bedengan dibuat dengan panjang 12-15 m, tinggi 30-50 cm, lebar 100-110 cm. Parit dibuat dengan lebar 55-65 cm.

Pengapuran
Dilakukan pengapuran pada lahan dengan dolomit sebanyak 150-200 kg per 1000 m2 lahan. Untuk pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg.

Pupuk Dasar


Hasil akan lebih maksimal jika POC NASA diganti dengan SUPERNASA, yang diaplikasikan dengan cara:

Alternatif 1 : SUPERNASA 1 botol dicampur dengan 3 liter air lalu dijadikan sebagai larutan induk. Kemudian setiap 200 cc larutan induk ditambah dengan 50 liter air. Digunakan untuk menyiram bedengan.

Alternatif 2 : 1 peres sendok makan SUPERNASA dilarutkan ke dalam 1 gembor (10 liter air). digunakan untuk menyiram 10 meter bedengan.

Pemberian Natural GLIO
Untuk mencegah serangan penyakit sejak awal tanam, tebarkan Natural GLIO yang sudah disiapkan sebelum persemaian. Dengan dosis 1-2 kemasan per 1000 m2.

Pemasangan Mulsa Plastik
Pemasangan mulsa dilakukan saat matahari terik, agar mulsa dapat memuai sehingga dapat menutup bedengan dengan tepat. Biarkan bedengan tertutup mulsa selama 3-5 hari, setelah itu lubang tanam baru dibuat.

Teknik Penanaman
Lbang tanam dibuat dengan diameter kira-kira 10 cm dengan jarak lubang 60-80 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segiempat atau segitiga. Bibit ditanam beserta media tanam atau bola tanahnya. Lepas polybag bibit dengan hati-hati agar akar tidak rusak dan media tanah tidak pecah.

Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman
Sebaiknya penyulaman dilakukan pada sore hari. Penyulaman dilakukan 3-5 hari setelah tanam. Setelah selesai proses penyulaman, tanaman segera.

Penyiangan
Penyiangan yaitu membersihkan lahan dari rumput liar, gulma, atau tanaman-tanmana pengganggu.

Perempelan
Perempelan dilakukan terhadap tunas atau cabang air yang bukan merupakan cabang utama.

Pemupukan



Penggunaan Hormonik
HORMONIK diberikan dengan dosis 1-2 cc per 1 liter air. Alternatif kedua diberikan sebanyak 1-2 tutup HORMONIK ditambah 3-5 tutup POC NASA per tangki semprot. Penyemprotan HORMONIK dilakukan ketika tanaman mulai usia 3-11 minggu. Dilakukan setiap 7 hari sekali.

Tambahan:

Ketika tanaman yang sudah mulai berbuah gunakan POWER NUTRITION untuk meningkatkan produksi buah. Diaplikasikan sebanyak 3 sendok makan POWER NUTRITION dilarutkan ke dalam air dan di campur 0,5 tutup AERO 810 untuk membantu peresapan nutrisi pada akar. Untuk disiramkan pada sekitar perakaran. Pemupukan ini dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Penyiraman
Penyiraman dilakukan sejak wal pertumbuhan tanaman hingga siap panen, kecuali pada musim hujan. Saat penyiraman jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali.

Pemeliharaan Lain
Pemasangan Ajir
Ajir dipasang setelah bibit mengeluarkan sulur-sulurnya. Tinggi ajir kurang lebih 150 – 200 cm. Ajir dibuat dari bahan yang kuat agar mampu menahan beban buah. Tempat ditancapkannya ajir kurang lebih 25 cm dari pinggir guludan kanan maupun kiri.

Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan untuk memelihara cabang agar sesuai dengan yang dikehendaki. Pemangkasan dilakukan saat cuaca terik, agar bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali. Cabang yang paling dekat dengan tanah dipangkas duluan dan sisakan dua helai daun. Lalu cabang-cabang yang lain juga dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, ketika tanaman mencapai tinggi cabang ke-20 atau 25.

Hama Dan Penyakit
Hama
Kutu Aphis (Aphis gossypii Glover )
Ciri hama kutu aphis yaitu memiliki sayap, berwarna kuning pada aphis muda, dan berwarna agak kehitaman pada aphis dewasa, mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan terlihat mengkilap dari kejauhan. Gejala tanaman yang terserang kutu aphis yaitu daun menggulung dan pucuk tanaman menjadi kering. Cara pengendaliannya yaitu (1) gulma selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama, (2) semprot Pestona atau Natural BVR.

Thrips (Thrips parvispinus Karny)
Ciri hama thrips yaitu nimfa berwarna kekuning-kuningan dan dewasa berwarna coklat kehitaman. Serangan dilakukan di musim kemarau. Gejala tanaman yang terserang yaitu daun muda atau tunas baru menjadi keriting, dan bercak kekuningan; tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Cara pengendaliannya yaitu menyemprot dengan Pestona atau Natural BVR.

Penyakit
Layu Bakteri
Gejala tanaman yang terserang yaitu daun dan cabang layu, terjadi pengerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati. Daun tanaman akan layu satu per satu, meskipun warnanya tetap hijau. Jika batang tanaman dipotong melintang maka akan mengeluarkan lendir putih kental, lengket, dapat ditarik seperti benang. Cara pengendaliannya yaitu penggunaan Natural GLIO sebelum tanam.

Penyakit Busuk Pangkal Batang (gummy stem bligt)
Gejala tanaman yang terserang yaitu pangkal batang seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati; daun yang terserang akan mengering. Cara pengendaliannya yaitu (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan; (2) daun yang terserang dibersihkan. (3) gunakan Natural GLIO sebelum tanam sebagai pencegahan.

Gulma
Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman, karena bersaing zat hara, tempat tumbuh dan cahaya. Pembersihan gulma dilakukan sejak awal tanam.



Panen Buah Melon
Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan tangkai sepanjang 2 cm. Perlakuan ini agar buah awet saat disimpan
Tangkai dipotong berbentuk huruf “T”
Pemanenan dilakukan bertahap, utamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen
Buah yang telah dipanen kemudian disortir. Buah yang rusak akan mengurangi harga jual
Buah melon yang telah dipanen tidak boleh ditumpuk, buah yang belum terangkut disimpan dalam gudang. Buah ditata rapi dan dilapisi jerami kering. Tempat penyimpanan harus bersih dan kering.


Itulah budidaya melon dengan pupuk nasa yang hasilnya sangat luar biasa dengan pupuk nasa melon lebih berukuran besar tahan penyakit dan buahnya manis mau bukti yuk coba sekarang juga.untuk pembelian pupuk nasa dan konsultasi 083840534555

Share on Facebook
Share on Twitter
Tags :

Related : Cara Budidaya Melon Agar Cepat Berbuah Dengan Nasa

0 komentar:

Posting Komentar